Agar pahala di bulan Ramadan semakin bertambah dan berkah, lebih baik diikuti oleh amalan ibadah selama sebulan penuh. Untuk kamu yang lebih ingin meningkatkan iman dan takwa, simak amalan-amalan ibadah bulan Ramadan di bawah ini.
1. Tadarus dan khatam Al-Quran
Membaca kitab suci Al-Qur’an menjadi salah satu amalan ibadah bulan Ramadan yang sangat dianjurkan. Selain itu, akan jauh lebih baik kalau bisa mengkhatam atau menyelesaikan Al-Qur’an dalam waktu 30 hari. Namun, jangan asal “kejar setoran” saja, ya. Bacalah dengan baik dan benar serta pahami arti dari ayat suci Al-Qur’an.
Bulan Ramadan menjadi momen yang sangat pas bagi kamu yang ingin meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Di sisi lain, Allah SWT akan melipatgandakan pahala umat Islam yang membaca Al-Qu’ran di bulan suci Ramadhan. Dilansir dari laman Kemenag, membaca satu huruf Al-Quran di bulan Ramadan akan diberikan sepuluh kebaikan.
2. Bersedekah dan menolong sesama
Menolong sesama tentu akan memberi pahala bagi yang memberikan. Nggak hanya selama bulan puasa, bersedekah di hari-hari biasa pun dapat memberi kebaikan bagi orang lain dan diri sendiri. Memperbanyak bersedekah dan menolong sesama menjadi salah satu amalan ibadah yang baik dikerjakan di bulan Ramadan.
Bersedekah ini nggak harus memberikan barang-barang yang mahal, kok. Cara paling mudah untuk bersedekah di bulan Ramadan adalah memberikan hidangan berbuka puasa atau ifthar kepada orang yang berpuasa,
bisa kepada tetangga rumah, teman kost, atau orang yang kamu temui di jalan. Tapi harus diingat, nih, bersedekahlah dengan niat yang ikhlas dan tulus.
3. Memperbanyak salat sunah
Segala ibadah yang kita kerjakan di bulan suci Ramadan itu pasti akan diberi pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Begitu juga ketika kita melakukan ibadah salat sunah, seperti salat Tarawih, salat dhuha, salat tahajud, salat tarawih dan witir, serta salat sunah lainnya.
Salat Tarawih atau shalat malam pada bulan Ramadan memiliki keutamaan seperti yang disebutkan dalam hadis shahih berikut ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)
Dengan membiasakan menjalankan salat sunah, maka diharapkan dapat menjadi sebuah kebiasaan yang terus dilakukan selepas bulan suci Ramadan.
4. Melakukan itikaf
Itikaf memiliki pengertian mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berdiam diri di dalam masjid untuk mencari keridhaan Allah dan merenungi segala perbuatannya. Adapun kegiatan yang dilakukan selama beritikaf antara lain memperbanyak dzikir dan membaca Al-Quran. Waktu terbaik untuk beritikaf adalah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Pada sebuah hadis disebutkan bahwa, dari Ibnu Umar RA (diriwayatkan bahwa) Ia berkata: Rasulullah SAW selalu beritikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan. (HR. Al-Bukhari No. 2025 dan Muslim No. 2838).
Hal yang perlu diperhatikan adalah untuk memilih tempat itikaf yang tidak terlalu ramai pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Jika masjid yang ingin kamu tuju sudah terlalu banyak orang, lebih baik mencari masjid yang lain atau lakukan di rumah saja.
5. Memperbanyak dzikir
Dzikir yang berarti memanjatkan puji-pujian kepada Allah SWT juga menjadi salah satu amalan ibadah bulan Ramadan yang sangat dianjurkan. Dengan memperbanyak dzikir, maka kita dapat semakin mencintai dan mengingat Allah SWT.
Selain selepas salat wajib lima waktu, dzikir juga dianjurkan dilakukan pada istijabah, di antaranya saat berpuasa hingga berbuka, saat malam terutama pada sepertiga malam terakhir, dan saat sahur. Dzikir pagi dan sore hari juga menjadi waktu-waktu yang dianjurkan untuk memuji Allah SWT.Bulan suci Ramadan menjadi bulan penghampunan bagi hamba-Nya yang benar-benar menyerahkan diri kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, memperbanyak bertobat menjadi salah satu amalan ibadah bulan Ramadan yang sangat dianjurkan.
Tata cara melakukan taubat adalah dengan berjanji kepada diri sendiri untuk menyesali dan tidak berniat untuk mengulanginya lagi, meminta maaf kepada orang tua dan orang-orang yang sekiranya dianggap memiliki salah, serta melakukan salat tobat. Setelah salat tobat, lanjutkan dengan memperbanyak istighfar dan berdoa memohon ampun kepada Allah SWT.
6. Hidupkan malam Lailatulqadar
Malam Lailatulqadar berada di 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Dipercaya, segala amal ibadah yang dilakukan pada malam ini akan mendapatkan pahala berlipat-lipat ganda jika dibandingkan dari malam Ramadan sebelumnya.
Pada 10 malam terakhir ini, kamu bisa melakukan berbagai ibadah sunah dan amalan bulan Ramadan. Misalnya saja itikaf di masjid, salat malam, tadarus Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, dan bertobat.
7. Bersahur dan menyegerakan berbuka
Mungkin banyak yang menganggap sahur dilakukan hanya untuk mempersiapkan tenaga agar puasa tidak cepat lapar. Padahal, ya, sahur juga memiliki banyak keutamaan, seperti waktu doa yang mustajab, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, menjadi berkah, dan memiliki pahala. Sangat dianjurkan untuk makan secukupnya saat sahur dan dilakukan mendekati waktu imsyak.
Selain bersahur, bersegera untuk berbuka puasa juga menjadi amalan ibadah bulan Ramadan. Walaupun hanya segelas air putih, namun ketika sudah waktunya berbuka puasa maka kamu harus segera membatalkannya, ya.
8. Tetap menjaga silaturahmi
Menjaga tali silaturahmi sesama umat manusia juga menjadi amalan ibadah bulan Ramadan yang mendatangkan pahala, lho. Nggak hanya kepada sesama Muslim saja, kepada orang yang beragama selain Islam juga harus dijaga dengan baik.
Di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, rasanya untuk berbuka puasa dengan teman-teman atau kerabat lain menjadi hal yang sangat tidak dianjurkan. Oleh karena itu, kamu bisa mengganti momen bukber dengan mengirimkan hampers atau makanan berbuka puasa ke teman atau saudara.

